(Pekanbaru H-1) Shallow sleep in Rawamangun

Tiga belas Agustus 2012, saya bersiap untuk ke terminal Rawamangun setelah shalat Isya. Hari ini memang hari yang menguras hati dan pikiran, jadi saya tunda “siap-siap”nya sampai detik mau berangkat. Kak Ina menawarkan untuk pergi bareng dia bersama temannya saja yang katanya sudah dekat rumah.  Kami tunggu sampai jam setengah 9 ternyata belum datang juga, akhirnya saya putuskan untuk pergi saja naik ojeg tepat sesudah jamaah di mushalla selesai tarawih, ke jalan Pahlawan Revolusi lalu naik angkutan umum 02.

Ternyata eh ternyata saya baru tau Damri paling akhir jam 9 dan saya terlambat! Melihat saya celingak celinguk bingung akan melakukan apa selanjutnya, dua supir taksi sudah langsung menawarkan taksi sambil narik-narik tas saya,  lalu jadilah drama tarik-tarikan tas tersebut “nanti dulu pak.. nanti dulu pak!”, “ayo dek pake argo gapapa dek..”, setelah lepas dari supir taksi, saya masih dikejar sambil dibilang “100 ribu aja juga gapapa dek..” saya jawab sambil nyengir dan berjalan cepat “pesawat saya besok kok pak..hhe, saya tunggu aja deh di sini..” (kabur ke tempat duduk terdekat..). Damri baru akan ada lagi jam setengah 4 besok.

Lalu saya ke tempat beli pulsa, beli pulsa 50 ribu harganya 57 ribu! (ampun! mahal bangat!), lalu saya ngeteh di warung padang sambil baca buku, bagian tentang Umar, dan beli susu ultra, harga susu ultra 8 ribu (Ampun! lebih mahal dibandingkan gedung A FMIPA :P). Kemudian saya bingung mau ke mana. Berbeda dengan terminal kampung rambutan, di sini gak terlihat orang-orang pada tidur, sepi sekali. Tadinya saya mau membuka laptop tapi saya urungkan niat itu saking sepinya khawatir terjadi kriminalitas di sini :D. Akhirnya saya pilih satu tempat di pojokan di bawah pohon untuk beristirahat. Ada beberapa bagian yang basah tapi tak masalah lah, saya duduk saja dulu di sini. Di tempat itu, novel Ranah 3 Warna lumat saya khatamkan, setelah sebelumnya ada dua tikus got berlari-larian di bawah kaki saya! iyuuh.. Yang satu berpantat bopeng yang satunya lagi keburu lari tak teramati. Akhirnya saya coba tidur di sana dengan keyakinan tikus-tikus itu tidak punya kemampuan memanjat..>_<. Beberapa pemulung dan mas-mas yang lewat memasang muka bingung melihat saya tidur di sini.

Suasana di sekitar saya tidur @ terminal rawamangun

Ternyata full saya tidak bisa tidur! Hal yang mengganggu pertama adalah mosquitos, little vampires! banyak banget banget! Saya bisa melihat mereka beterbangan di depan muka saya, dan seketika saya membayangkan kalau saya bawa raket listrik, pasti saya puas banget menyetrum mereka semua sampai raket tersebut berasap dan bau gosong menyeruak sesudahnya..>_<. Begitu saya coba tutupi semua badan saya, tetap aja selalu ada bagian kulit yang digigit! huaah! Hampir saya masuk ke dalam deep sleep beberapa menit, kemudian bunyi tikus-tikus itu yang menabrak sana sini muncul lagi! saya bilang “hush-hush” tidak mempan ternyata mereka kawin di depan mata saya sambil dilihat juga oleh seekor kucing.. -__-, benar-benar saya merasa hidup di alam terminal rawamangun sekarang..-__-. Setelah tikus terlupakan, saya memejamkan mata. Beberapa saat kemudian, saat saya membuka mata, sudah ada kucing membelakangi saya –__–.

Kucing yang tiba-tiba ada di depan saya..-__-

Saya pikir “mau apa lagi nii si kucing”, dan ternyata dia memanjat! dia panjat pohon sejenis palem yang rendah, kemudian dia melompat lagi ke bawah membuat saya kaget seperti kejatuhan pegulat yang sudah siap dari pojok ring. Huaaah.. susah bangat tidur di sini. saya coba menonton TV menggunakan handphone ini tapi baru menampakkan muka saja langsung dirubung nyamuk, membuat saya menampar-nampar muka sendiri. Alhasil di akhir, punggung kaki saya bintik-bintik merah secara sporadis persis seperti saat saya menginap di MII FMIPA Gambar-gambar saya ambil menggunakan kamera 1,3 MP dari handphone yang sama, sebagai pelajaran kalau:

“just because you underestimate condition in the future, you should face worse condition than what should have been”

Tapi kalau dihitung-hitung saya sempat tidur selama 45 menit.. Alhamdulillah.. lumayan lha ya hingga waktu sahur pun tiba..:)

 

Advertisements
Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: