Lima Mitos Tentang Tidur


Tidur, kegiatan yang tidak terpisahkan dari hidup, kesempatan bagi tubuh untuk mengurangi volume pekerjaannya dan secara khusus berkonsentrasi untuk memperbaiki sel-sel, organ-organ, sistem kerja, dan mempersiapkannya untuk bekerja lagi esok harinya.

Manusia yang hidup di zaman modern-dengan beragam aktivitasnya- banyak yang telah kehilangan kesempatan untuk tidur dengan enak dan cukup.  Waktu malam hari yang seharusnya dipergunakan untuk beristirahat, digunakan juga untuk beraktivitas setelah seharian penuh bekerja. Aktivitas yang tidak konsisten- kadang tidur kadang tidak- bisa berakibat kekacauan irama tubuh dan bisa mengganggu kesehatan fisik maupun mental.

Waktu tidur gw yang berbeda sama pirzada membuat pirzada berfikir gw kebanyakan tidur karena dia selalu menemukan gw dalam keadaan tidur di kamar, begitu juga gw yang biasanya menemukan dia dalam keadaan tidur di mana-mana. Akhirnya kita sama-sama berfikir 2 orang yang ada di kamar peradaban ini kerjaannya cuma tidur!hha. Menjawab tweet yasir mukhtar juga di twitter, berikut gw tulis 5 mitos tentang tidur yang banyak diyakini orang-orang, mungkin kita di antaranya juga. Semoga bermanfaat!:D:

1. Tidur malam yang cukup adalah selama delapan jam?

Tidak ada yang pasti dengan jumlah itu. Setiap orang mempunyai kebutuhan tidur yang berbeda-beda, dan kita akan mengetahui kalau tidur kita sudah cukup, ketika kita tidak merasa terkantuk-kantuk dalam situasi yang membosankan di sore hari–> demikian kata seorang psikolog dari Universitas New York, Joyce Walsleben, PhD.

2. Kalau bisa, lebih banyak tidur lebih sehat?

Begitu yang dimau kebanyakan orang. Tapi ternyata penelitian mendapati bahwa orang yang tidur lebih dari delapan jam setiap malamnya meninggal lebih muda dibanding orang yang tidur antara enam dan delapan jam. Hal yang belum diketahui oleh para ilmuwan adalah apakah tidur lebih lama menyebabkan kesehatan jadi buruk atau ada gejala yang berhubungan dengannya, kata Najib Ayas, MD., MPH, seorang asisten profesor pengobatan di Universitas Columbia, Inggris. Para ‘tukang tidur’ berisiko menderita penyakit seperti apnea tidur (pernafasan berhenti sementara waktu pada saat tidur), depresi, atau kencing manis tak terkendali disebabkan menghabiskan banyak waktu di tempat tidur.

3. Beberapa orang merasa benar-benar tidur secara sempurna dalam empat jam saja

Para penidur dengan waktu singkat- termasuk Bill Clinton, Madonna, Margaret Thatcher- tidak perlu tidur yang lebih banyak dari itu. “Sebetulnya mereka hanya tidak menyadari betapa mengantuknya mereka.”, kata Thomas Roth, PhD., peneliti tidur pada Henry Ford Hospital di Detroit.

Tapi terlalu sedikit tidur juga gak baik buat kesehatan. Kurang tidur dapat membuat diri jadi tidak efektif (seperti merusak penampilan, penilaian, dan kemampuan memberi perhatian), sakit (melemahnya sistem kekebalan tubuh), dan juga kelebihan berat badan.

Anehnya, tidur yang terlalu sedikit sama akibatnya dengan tidur yang terlalu lama, yakni berisiko tinggi mengalami permasalahan jantung dan kematian. Dan tentunya, menahan kantuk sambil membawa kendaraan sangat amat berbahaya!. Ini seperti semacam “perasaan sangat lemah selama perjalanan seakan-akan mabuk dengan legal.” (Walsleben).

4. Perlu obat jika susah tidur setiap malam?

Obat tidur dirancang untuk permasalahan tidur jangka pendek, disebabkan oleh stres karena peristiwa tertentu, misalnya kehilangan pekerjaan atau mengikuti penerbangan yang sangat lama. Orang-orang dengan permasalahan tidur yang lebih lama atau permanen lebih baik melakukan terapi perilaku dan kebiasaan-sangat dianjurkan- seperti memperbaiki persepsi tentang tidur dan belajar kebiasaan tidur yang lebih baik, seperti berangkat ke tempat tidur pada waktu yang sama setiap malam, menghindari menonton TV dan menggunakan komputer sebelum tidur, tidak meminum kopi dan makanan-minuman yang mengandung kafein sedikitnya enam jam sebelum tidur. Kenyataannya dalam tahun 2005, National Institutes Health menyimpulkan bahwa jenis terapi dengan obat yang diberikan berdasarkan resep dokter, hanya efektif untuk perawatan jangka pendek bagi penderita insomnia yang kronis. Dalam banyak kasus, pil tidur bahkan tidak bisa mengatasi masalah tidur. “Sekitar separuh dari orang-orang yang merasa kesulitan tidur kemungkinan mempunyai ketertarikan yang kuat untuk depresi,” kata Daniel Kripke, MD., seorang pakar tidur dari Universitas California di San Diego.

5. Kita dapat mengejar kesempatan tidur yang hilang pada akhir pekan?

Tidak tidur selama malam-malam di hari kerja akan mengganggu irama tubuh kita dan akan menuntut tidur yang bisa mengembalikan kesegaran tubuh. Tidur sampai tengah hari di akhir pekan secara umum sama dengan mempersiapkan tubuh kita untuk mendapatkan “pukulan” bertubi-tubi pada malamnya. Oleh sebab itu daripada mengoreksi kekurangan tidur pada minggu sebelumnya, lebih baik kita menyiapkan suatu SIKLUS waktu tanpa tidur –secara bertahap mengurangi waktu tidur- untuk minggu mendatang. “Tubuh menyukai konsistensi,” kata Donna Arand, PhD., pembicara untuk American Academy of Sleep Medicine. Yang terbaik adalah tidur di sekitar waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.

Semoga tidur kita jadi tidur yang berkualitas.. Istirahat yang benar-benar me-recharge kembali energi dan semangat untuk beraktivitas dan beramal lagi esok harinya!:D

Sumber: Info Obat Edisi XXI/th 3/2010

Advertisements
Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: